Kratin (TRIBUNNEWS.COM) -Pria yang disingkat ANY (29 tahun) warga Desa Lemah Ireng, Kecamatan Pedan, Kabupaten Kraten ini bertekad mencuri perhiasan dari mertuanya. -Buat undang-undang saat rumah kosong atau kosong. -Amerika menjual barang rampasan, dan orang ini menggunakannya untuk melakukan sesuatu dengan panik.

Saat kasus disidangkan di Mapolres Klaten pada Jumat (7/3/2020), kasus tersebut terungkap

Manajer Humas Polt Nahrowi Klaten mengungkapkan bahwa semua pengusaha asal Inggris telah mencuri emas Perhiasan datang dari rumahnya di RT 06, RW 02 di Dukuh Sidokrekso, Desa Lemah Ireng, Kecamatan Pedan.

Semua orang mencuri perhiasan emas dari mertua penjahat (55).

“Korban adalah orang tua dari istri pelaku.” Dia mengatakan kepada TribunSolo.com.

Membaca: Perilaku wanita melanggar batas atas pasar mini dan hanya menjarah isinya. Ini mencatat perilaku CCTV-dia menunjukkan: “peristiwa selama puasa”.

Pelaku Narowi menjelaskan bahwa tindakan diambil ketika rumah korban kosong.

Membaca: pria Klaten Pedan Ini adalah perhiasan emas dari mertua Spree – penjahat mengambil gelang emas dua korban dari lemari pakaian korban.

“Pelaku mengambil dua buah gelang emas dan menyimpan korban di dalam kantung jas yang digantung di lemari korban.” (Mardon Wdiyatno / Tribun Solo) -Artikel ini di Tribunjateng.com Itu disiarkan dengan judul “Tidak peduli apa yang terjadi, mencuri hukum dari keluarga kekayaan keluarga hukumnya untuk foya”