TRIBUNNEWS.COM-Anjungan Batik UMKM di Solo, Jawa Tengah mempekerjakan penyandang tuna rungu sebagai karyawan.

UMKM disebut Batik Toeli dan terletak di Laweyan, Solo, pusat industri batik. -Batik Toeli Laweyan didirikan pada pertengahan tahun 2019 oleh Alpha Febela Priyatmono, pemilik CV Mahkota Laweyan .

CV Mahkota Laweyan adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi garmen batik .

Manajer produksi Batik Toeli Muhammad Taufan Wicaksono atau biasa dikenal dengan sebutan Sebutan Batik Toeli untuk Topan ini dibentuk oleh seorang pegawai tunarungu yang dilanjutkan di Mahkota Laweyan. Baca: Pencuri Terjangkit Virus di Minimarket Membuat Pegawai Marah dan Emosional Ini Tanggapan Manajemen-Bacaan: Tunggangi Banteng di Mini Market, Warga Singapura Viral Sarangan Magetan-Saat Ini, Hanya Batik Toeli Tiga orang tunarungu. — “Produk yang dihasilkan antara lain kemeja, mantel dan pakaian lainnya,” ujarnya.

Di awal Ramadhan, Batik Toeli juga mencoba mengembangkan busana muslim. — “Topan berkata:” Kami juga mengarahkannya ke pojok tempat muslim dan membuat perlengkapan muslim, seperti topi, topi dan baju muslim.