Laporan Reporter Tribunnews.com Choirul Arifin-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Usai imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepala Taman Tugu Peringatan Al Azhar, Pemakaman Muslim di Karawang, Jawa Barat, membatalkan aksi Corona. Ziarah pemakaman selama periode populer.

Selama Ramadhan dan Idul Fitri, ziarah pemakaman selalu menjadi tradisi di komunitas Muslim.

“Kami berharap dapat memenuhi himbauan MUI, karena pemberantasan haji berat saat pandemi korona adalah langkah terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19,” Al Azhar Nugroho Adiwiwoho Memorial Garden, general manager pada pekan 5 Mei 2020 Satu memberitahu Tribunnews. -Nugroho menjelaskan, himbauan MUI harus dijadikan pedoman tradisional untuk serius menunaikan ibadah haji, wabah ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Tujuannya untuk menghindari keramaian dan merumuskan kebijakan menjaga jarak sesuai dengan Peraturan Pembatasan Sosial Massal (PSBB). Acara akan dimulai pada 6 Mei 2020 di Karawang.

Baca: 1030 Pengenda Menurut Nugroho, MUI menyerukan agar penggunaan sepeda motor batal pulang, utamanya untuk merobohkan kuburan umat Islam. Biasanya jemaah haji sibuk berkunjung, namun kali ini jemaah haji di jari tangan berkurang secara signifikan, dan dibandingkan dengan masa lalu, jumlah jemaah setiap hari juga berkurang secara signifikan.

Sebelumnya, Wakil Presiden MUI Zainut Tauhid Saadi mendesak dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan media agar membatalkan rencana haji berat saat pandemi corona dan turun tangan dari rumah masing-masing. .

Baca: Provinsi Jawa Barat Akan Terapkan PSBB Mulai 6 Mei, Berikut Peraturan Berkendara Sepeda Motor dan Jam Kerja Kendaraan Umum