Medan TRIBUNNEWS.COM-Pengadilan Negeri Medan di Sumatera Utara mendakwa tiga anggota jaringan narkotika dengan pidana penjara seumur hidup pada Selasa (7/7/2020).

Mereka dihukum karena mengangkut 30 kilogram narkoba sabu. . Ketiganya dituduh membawa banyak obat senilai Rp 150 juta. Ketiganya adalah Firmansyah alias Firman (42 tahun), warga Dusun Bentu, Dusun Bentu, Desa Upah di Kabupaten Bendahala, Bupati Aceh Tamion, Fakrian Biya Indra (29) Tahun) merupakan warga Dusun Aman, Desa Peureulak, Provinsi Aceh Timur, Warga Dusun Bentu (37), Desa Upa, Kecamatan Bundhala, Kabupaten Aceh Tamiang. -Jaksa Agung Salman mengatakan, ketiga orang itu menyerahkan 30 kilogram obat sabu dengan gaji Rp 150 juta. – Baca: Peran Istri Bos Sabu Dianggap Peran Utama, Menjadi Orang Pertama yang Dihukum Mati dalam Kasus Narkoba di Perempuan Aceh

baca: Siswa SMA Tewas Usai Diperkosa Utang Pengedar Narkoba, Penulis: Ayah Hutang padanya. — Bacaan: Kakak Tega Begal Palembang Meninggal Dunia dan Harus Menyerahkan Korban ke Rumah Sakit Menggunakan Uang untuk Membeli Sabu

“Minta, Tim Hakim Menghukum Terdakwa Firmansyah, Fakri Ambia dan Marzuki dengan pidana penjara. Pejabat itu menyatakan: “Seumur hidup”.

Atas permintaan jaksa, ketiga terdakwa tidak mendukung rencana pemerintah untuk memberantas peredaran narkoba.

Meski masalah itu tidak diredakan. Salman menjelaskan: “Perilaku ketiga terdakwa Ditemukan melanggar Pasal 114 (2) dan Pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 terkait Narkotika “.- Setelah mendengar tuduhan tersebut, kelompok ahli mengeluarkan perintah pada hari yang sama. Sidang ditunda hingga pekan depan. -Jaksa Juliana Tarihoran (Juliana Tarihoran) membacakan ringkasan dakwaan, Rabu 16/10/2019, terdakwa Firmansyah memberi Marzuki Rp 1 juta untuk menyewa mobil.