Reporter Tribunnews.com Toni Bramantoro report-report DEBOK’s Tribunnews.com-Walikota Depok KH Mohammad Idris memaksimalkan Labkesda Depok untuk menggabungkan posisi ODP (supervised person), OTG (no Jumlah orang dengan gejala)) dan PDP (pasien yang diawasi) yang terdaftar di Pokja Percepatan Pengobatan Covid-19 Depok.

Dengan begitu, Pemprov Depok bisa bertindak cepat untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid -19) di wilayahnya.

Hingga Selasa (23 Juni 2020), terdapat 10 lagi kasus positif Covid-19, sehingga total menjadi 728 kasus positif. 12 kasus positif.

Namun, Idris akan terus bekerja keras untuk menekan penyebaran virus dengan memaksimalkan Labkesda. – “Terima kasih atas dua minggu yang baik, kami mendapat ijin dari Kementerian Kesehatan (Menkes) RI untuk melaksanakan swab PCR (polymerase chain reaction) di Labkesda milik Pemkot Depok. Padahal, sejak pekan lalu, kami Ketua grup Idris (Idris) berkata: “Kami juga mulai menerapkan swab PCR di sana. Ini upaya kami untuk meredam penyebaran Covid-19. Bertanggung jawab menangani Depok Covid-19. Mengetahui lokasi ODP aktif dan tidak aktif, OTG, PDP dalam waktu 5 hingga 24 jam, yang akan memungkinkan pemerintah untuk lebih mudah menekan penyebaran Covid-19.

“Selama ini kami mampu menyelesaikan 90-100 sampel dalam waktu yang relatif singkat karena memang didesain khusus untuk warga Depok. Dengan menggambar seperti ini OTG, ODP dan PDP Posisinya akan lebih jelas. Nanti kita prioritaskan hasil tes respon cepatnya, ”kata Idris. “

Baca: Apa saja tanda-tanda masyarakat yang rentan tertular virus corona dan memiliki daya tahan tubuh rendah?

Sebelum Labkesda didirikan, Pemprov DKI bekerja sama dengan RS Universitas Indonesia dan RS Bhayangkara Brimbo untuk melakukan rapid test dan usap PCR. anak.