Semarang TRIBUNNEWS.COM-Siswa Sekolah Menengah Atas / Sekolah Menengah Kejuruan (PPDB) Jawa Tengah baru resmi tutup pada pukul 16.00 pada Kamis (6/6/202). WIB .

Dalam PPDB tahun ini, Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemukan kasus di mana orang tua memaksa anaknya menggunakan Surat Izin Tinggal (SKD) aspal asli namun palsu.

Faktanya, dia melakukan panggilan langsung dan menemukan bahwa orang yang terpengaruh telah mengakui perilakunya.

Tak hanya itu, Ganjar juga mengancam akan menutup mereka yang menyontek di SMA / SMK PPDB Jawa Tengah.

Baca: Cara Cek Hasil Seleksi PPDB SMA / SMK Jateng kunjungi Jateng.siap-ppdb.com

Baca: Pengumuman Soal PPDB Jateng 2020 SMA / SMK hingga Seleksi 29 Juni Proses Evaluasi – Orang pertama di Jawa Tengah mengkhawatirkan banyaknya tanda-tanda penggunaan data aspal nyata namun palsu dalam P PDB.

Hal tersebut disahkan pada Kamis malam (25/6/2020) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

“Saya melakukan asesmen setiap hari. Dalam pantauan saya yang paling sering bermasalah adalah SKD.”

“Data yang saya terima adalah penggunaan (SKD) 13.834 pendaftar dan 1.007 (terdaftar Exchanger. “Jika ada perubahan, dia akan merasa di dalam

,” katanya, “Aku merasa di dalam. Baca: Pantauan Hasil Seleksi Pusat PPDB Jawa 2020 jateng.siap-ppdb.com, Masuk Terbaru Kamis Sore Ini – Baca: Pendaftaran PPDB SMA / SMK Jawa Tengah 2020 Tutup Jam 16.00 WIB, Silahkan Kunjungi Sekarang ppdb.jatengprov.go.id

Sebagai informasi dapat dilihat pada jalur pembagian PPDB 2020-2021 (berdasarkan jarak sekolah dengan kantor kelurahan tempat tinggalnya minimal 50%.