TRIBUNNEWS.COM, Labuan Bayeux-Rabu (13/5/2020) Rabu (13/5/2020), dari UPTD Puskesmas Wae Nakeng, Nusa Tenggara Timur (NTT) Mangalai Barat (Longor) Dokter itu disiksa. Warga negara yang namanya disingkat N.

HJ dipukul WITA di UPTD Puskesmas Wae Nakeng sekitar pukul 13.50.

Dokter mengaku tidak tahu kenapa warga bermarga N itu memukulinya.

HJ mengaku sebelum dipukul, N menuduhnya mengidap penyakit otak di antara pasien baru. Virus Corona atau pandemi Covid-19. — Baca: Dinkes DKI: Tes Cepat 96.000, 96% Dinyatakan Negatif Corona- “Saya Masih Melapor ke Kepala Puskesmas Impetigo Tiba-tiba. N” HJ bilang: “Saya Emosional Katakan, saya dalang di balik kerusuhan sosial selama Covid-19. “

N mengenai sisi kanan kepala HJ.

Baca: Untuk Cegah Merebaknya Corona, Tribunnews dan Kardinal Sumbang 1.000 Masker untuk Ormas Cipayung

Untung Penanggung Jawab P Suksesmas langsung berteriak ke satpam.

“Untung penanggung jawab Puskesmas teriak, dan satpam datang ke HJ sambil bilang .

Setelah N diceraikan oleh satpam, N langsung pergi. –HJ anggota tim pengawas Covid-19 , Yang misinya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurut HJ, ia kerap memberikan nasehat dan edukasi tentang bahaya Covid-19. Ia mengatakan: “Seperti panggilan pemerintah, apa yang saya katakan di acara sosial Juga sejalan dengan kesepakatan sanitasi. Tidak ada yang menyimpang. “(Maumere, Penulis Kompas.com, Nansianus Taris) -Artikel ini pernah dimuat di Kompas.com dengan tajuk” Diserang warga pekerja sosial Covid-19 yang dituding menyebabkan kerusuhan. “