Wartawan Surya Malang Yusron Naufal Putra melaporkan-TRIBUNNEWS.COM di Kota Surabaya-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyetujui Pembatasan Sosial Massal Kota Surabaya (PSBB) untuk menangani wabah virus corona. Masih menunggu tindak lanjut dari Provinsi Jawa Timur untuk memperkenalkan teknologi berupa PSBB Surabaya, guna mempercepat penanganan Covid-19 di Surabaya nanti.

Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, membuat penjelasan ketika diminta untuk menanggapi proposal untuk menyetujui pelaksanaan PSBB di tiga wilayah Jawa Timur termasuk Surabaya. Tell City Hall, Selasa (21 April 2020).

Sejauh ini, Surabaya memang telah melakukan banyak hal.

Pertama-tama, buat pos perbatasan.

Bacaan: Kontribusi kesehatan BPJS akan dilanjutkan mulai 1 April 2020

Bacaan: Pidato perubahan skor BWF dianggap lebih cocok untuk peserta semacam itu – staf pemerintah kota dan pemangku kepentingan yang dikoordinasikan Menerapkan berbagai protokol untuk kubis.

Misalnya penyemprotan dan pengecekan suhu serta panggilan telepon tidak dalam tahap larangan.

Selain itu, penerapan jarak fisik dan sosial.

Menurut Risma, selama ini, Pihaknya sudah melaksanakan kesepakatan di Surabaya. “, Risma sudah selesai. Kementerian Kesehatan.

Usulan itu datang pada Minggu (19/4/2020) usai rapat koordinasi antara Pemprov Jatim dan Pemprov Jatim dan ketiga Kepala Daerah Gedung Pemerintahan Negara Grahadi.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul PSBB Surabaya Disetujui, dan Perjanjian Pengaduan Walikota Bu Risma telah dilaksanakan