TRIBUNNEWS.COM-Rekaman video beredar dan menghebohkan warga Samalinda, Kalimantan Timur.

Karena video tersebut menunjukkan seorang ibu muda menyiksa bayinya. Polisi di kota Samarinda.

Ibu muda ini kemudian diketahui EF (24 tahun). Bayi dalam video itu masih berusia delapan hari.

Baca: Thomas Lane dituduh ikut serta dalam pembunuhan George Floyd, dan pengacaranya meminta bukti untuk membebaskannya

Baca: Zuraida Hanu didakwa seumur hidup di penjara Zuraida Hanum tidak bisa menyembunyikan kerapuhannya- “Kami menemukan ibu ini dan anak-anaknya, anak-anaknya dan orang tua mereka,” kepala bagian investigasi kriminal, Kapolsek Samalinda Yipu Tu Abdilla Dalimont mengatakan, .com, Rabu (6 Juni 2020).

Abdillah mengatakan bahwa bayi merupakan hasil perselingkuhan antara seorang wanita dan kekasihnya. Kekuasaan pegawai MA itu-dia menjelaskan: “Karena itu keadaan ini belum menikah, masih dalam hubungan nikah, tapi punya anak.” Kata Abdillah, penyiksaan itu dilakukan karena perempuan tersebut tidak mau melihat pacarnya atau Ayah pria itu mendekati wanita lain.

Setelah merekam, wanita itu kemudian memposting statusnya dalam video penyiksaan di WhatsApp dan berharap pacarnya akan melihatnya.

Baca: Satgas: Kini 147 Laboratorium Bisa Menguji 14.000 Spesimen Covid-19 Setiap Hari.

“Tapi Ternyata Rekaman Video Itu Virus.”

Polda Samarinda dan Polda Samarinda Tim perlindungan keluarga perempuan dan anak di Samalinda segera membawa bayi tersebut ke RSUD Abdul Wahab Jahrani. – “Tim medis masih memeriksa bayi tersebut. Tapi dia mengatakan tidak ada tanda-tanda cedera atau kekerasan. Hanya ditemukan gizi buruk dan tidak ada perawatan yang dilakukan,” jelasnya. 8 hari