TRIBUNNEWS.COM-Baru-baru ini, ada sebuah video yang menunjukkan kegiatan pemujaan keluarga secara paksa menjinakkan keluarga di Cikarang, Jawa Barat, yang tersebar luas di media sosial.

Tidak diketahui, video pertama kali diunggah melalui akun Instagram @arionsihombing.

Kemudian, video diunggah melalui beberapa akun untuk disebarkan di media sosial.

Mengutip koran, pembubaran paksa itu disebabkan oleh kesalahpahaman dalam interpretasi aturan yang memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) terkait dengan larangan kegiatan ibadah.

Dalam video itu, dua orang datang ke rumah-rumah penduduk yang mengadakan ibadah Minggu di rumah.

Namun, salah satu dari mereka sebenarnya tampak sangat emosional dan melarang kegiatan ibadah di rumah.

Bahkan jika keluarga mencoba untuk merekam aksi dalam rekaman video, kedua orang tampaknya masih lebih emosional sebelum perselisihan.

Bacaan: Dana VIP Bansos Covid-19 di Depok menyunat Rp. 25.000 orang, penanggung jawab RT menjelaskan alasannya

Baca: Video viral aktivitas pemujaan di Cikarang ketika PSBB dibubarkan.Polisi telah menengahi dan menanganinya secara damai

Mengenai pernyataan yang diunggah oleh @aronsihombing, acara pemusnahan paksa yang dipuja Kegiatan pemujaan berlangsung di daerah pusat Cikarang, Kabupaten Kashi.

Dari seorang warga bernama Jamin Sihombing.

Namun, setelah video menjadi populer di media sosial, pemilik akun Instagram @arionsihombing menghapus video yang diunggah.