TRIBUNNEWS.COM-Sebuah robot di Masjid Bandar Lampung memulai aksinya dengan umpan.

Pelaku mengundang korban untuk berdagang semen.

Selain itu, penyerang lain membawa korban untuk menyalakan kipas. -Para korban Masjid Marbot di Masjid Taqwa Bhayangkara membayar Rp 50.000. -Seorang dari kepala masjid, Heri Candra (32 tahun), warga Gedong Tataan di Pesawaran, yang tinggal di pusat Tanjungkarang, Kota Lampung, Bandar, dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara oleh hakim Nazi . Pengadilan Negeri Tanjungkarang dinyatakan bersalah. Tindak pidana, Kamis (16 Juli 2020).

Jaksa Agung Yessi menyatakan dalam surat dakwaan bahwa pada hari Senin, 20 Januari 2020, di Bank Dunia (WIB) sekitar jam 11:00 pagi, terdakwa memanggil korban untuk memasuki kamarnya – penuntutan Pada hari Kamis, 16 Juli 2020, ia berkata: “Lalu anak itu diundang oleh terdakwa” tetapi belum disunat, “Anak itu telah menjawab pamannya”.

Baca: Demi mengesahkan misi, Masjid Marbot berani menghentikan pencuri kotak amal dan melakukan aksi viral

Bacaan: Virus dan aksi heroik Masjid Marbot berusia 59 tahun di Palembang melawan pencuri kotak amal

Baca : Masjid Marbot dibunuh oleh seekor ular. Korban bisa dibawa ke rumah sakit tetapi tidak tertolong.

Jaksa mengatakan bahwa terdakwa meminta korban untuk melepas celananya dengan alasan dia ingin memeriksa apakah dia terluka. Untuk alat kelamin korban, terdakwa mengundang anak itu untuk berbisnis dan berkata, “Apakah kamu mau berbisnis?” , Dia akan menyediakan Rp 50.000, tetapi jika gagal, dia akan menerima Rp 10.000.