Laporan wartawan TribunJatim.com Syamsul Arifin-Tribunnews.com, Kota Surabaya-Berkat surat edaran dari Dirjen Pelayanan Lapas, per 18 Juni 2020 Lapas dan Rutan bisa menerima kembali narapidana, namun bisa Ajukan permohonan untuk prosedur pengobatan Covid -19. -Ini dibenarkan oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya di Provinsi Handanu. Namun, narapidana ini hanya berlaku untuk narapidana tertentu.

“” Diijinkan untuk menerima tahanan terdaftar dengan status A3. Namun, untuk napi ini, proses covid-19 masih berlangsung. — Baca: KPK Wajibkan Masyarakat Laporkan Tunjangan yang Disalahgunakan untuk Pilkada

– Baca: Direktur Pasar Jaya Tepis menilai banyak pedagang memiliki sikap positif terhadap Covid-19,

jangan tegas Pengawasan Market-Reading: Pertahankan 30 Jam Latihan Konser, Diprotes Raffi Ahmad, Karena Ada Lagu Ari Emotion Lasso: Hormati Dong!

Berdasarkan surat edaran dari sipir yang kami terima pada hari kamis, kami dapat menerima narapidana mulai hari ini, tetapi kami tetap melamar dia, jumat (19/6/2020).

Narapidana pertama-tama harus dikarantina selama 14 hari. Rutan juga menyediakan ruang isolasi yang bisa menampung 30 orang. “Kita karantina dulu, baru dilakukan health check. Untuk memastikan keamanan napi di Covid-19. Quick test yang sama dari kejaksaan juga dikirim ke sini. Untuk memastikan WBP tidak mengandung Covid-19. Katanya, begitu Bertahap, (Samsul Arifin) -artikel ini dimuat di surya.co.id, dengan judul calon narapidana di Lapas Kelas 1 Surabaya harus dikarantina selama 14 hari.