Maine TRIBUNNEWS.COM-Mustofawiyah, seorang terpidana korupsi yang juga anggota Republik Demokratik Sumatera Utara, meninggal dunia di Lapas Medan (Tapajung Gusta (Lapas)). -Kejadian itu dibenarkan oleh Frans Elias Nico, Kepala Lapas Kelas I Tanjunggusta Medan. 2020) Malam.

Frans mengatakan, Mustofawiyah menyelinap keluar dari kamar mandi ruang sholat pada pukul 08.00 WIB. -Baca: Nelayan itu ditembak dan dibunuh oleh senapan polisi karena Brimob terpeleset dan jatuh saat berpatroli – tetapi para politisi Demokrat tidak berhasil. – “Begitu jatuh, kami langsung dilarikan ke RS Royal Prima Medan,” ujarnya.

Prancis Nico mengatakan dia jatuh, tetapi tekanan darah Mostofa turun menjadi 80/60.

“Tekanan darahnya turun dan baru mencapai 80/60 saat diperiksa di rumah sakit .

Baca: Warga meninggal saat menyembelih hewan kurban, dan bangkai mereka roboh di atas kambing-setelah itu, Moose Jenazah Tafaya dimakamkan di Jl. STM / Jl. Medan Johor Fun Ceremonial Hall Suka Eka.

Jenazah ditemukan langsung pada sore hari.

Sebelumnya pada April 2019, Mustofawiyah baru saja dibunuh. Dihukum 6 tahun penjara dan denda 500 rupee. Jutaan, dijatuhi hukuman 4 bulan penjara dalam situasi korupsi mantan Gubernur Gatot Pujo Nugrojo. (Cr2 / tri bun-medan.com) — -Artikel ini pernah tayang di tribun-medan.com dengan judul “Degenerasi dan Kerusakan, Korupsi dan Suap, Gato Pujo Nugrojo Meninggal di Penjara”