Surabaya TRIBUNNEWS.COM-Banbang Hayo Sukartono (BHS), Ketua Umum Asosiasi Transportasi Jawa Timur (MTI) Indonesia, mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak bersubsidi dan tidak bersubsidi.

Ini karena harga minyak mentah dan minyak dunia telah turun tajam menjadi nol dolar per barel.

“Seharusnya harga BBM bisa disesuaikan (diturunkan) sesuai dengan harga minyak mentah dunia. Jika harga minyak mentah turun, pasti harga BBM Indonesia turun,” jelas Bambang Haryo Soekartono, Kamis (23 April 2020).

Bambang juga mantan anggota Komite VI DPR RI 2014-2019. Ia menjelaskan, ‘Banyak negara lain yang telah menyesuaikan harga BBM dan harganya untuk mencerminkan harga minyak mentah dunia. Dengan memasukkan harga BBM ke mekanisme harga pasar, bahkan negara-negara penghasil minyak dunia bisa memberikan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar di Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Malaysia.

“Turunnya harga BBM itu sangat penting. Arena dapat membantu industri manufaktur, jasa transportasi, nelayan khususnya pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang saat ini bergerak di industri minyak, gas dan gas bumi Memainkan peran terbesar. Ia mengatakan bahwa ekonomi.

Memang, 60% dari PDB Indonesia dan 95% angkatan kerja Indonesia berasal dari usaha kecil dan menengah. Harga bahan bakar memiliki efek stimulus positif terhadap ekonomi makro Indonesia. – “Terlebih lagi, ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang berdampak pada kondisi ekonomi. Harga energi yang murah dapat mendorong sektor fisik untuk menjaga pembangunan ekonomi, stabilnya harga pangan, dan daya beli masyarakat. Jagalah keadaan ini agar dia bisa menjaga pertumbuhan ekonomi yang diinginkan negara, ”tambah Bambang. -Menganut yang disebut kartel-harga BBM tidak turun. Orang yang akrab dengan BHS mengatakan, dia curiga ada semacam carter. Game ini dimainkan oleh BBM Mafia.