TRIBUNNEWS.COM-Anak Slagan meninggal setelah digigit kutu kucing. -Menurut ayah Samara, Wanto (30 tahun), kalorinya saat itu mencapai 39,9 derajat Celcius dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Mowadi. Kemarin (Kamis). Hari Minggu sangat panas, dengan suhu 39,9 derajat Celcius, dan muntah-muntah, “kata Wanto.

Baca: Ribuan warga hampir bertabrakan akibat ditutupnya jalan antar zona, hindari Covid-19 – Baca: Sudah Buktinya polisi bakar habis dan lima mahasiswa asal Cianjur divonis 9-12 tahun

Baca: Untuk Permintaan Token Listrik Gratis PLN 2020, silahkan kunjungi www.pln.co.id atau WA di 08122 123 123

Baca: Pembukaan Premier League Manchester City vs Arsenal 17 Juni 2020-Pertunjukan Perdana Dimulai Lagi-Wanto dan Istrinya Etik Susilowat i (29) mengaku sangat tersesat karena Samara baru saja Merayakan ulang tahun pertamaku pada 10 April 2020.

“Kamu dimakamkan sekitar pukul 09.00 WIB. “Kata Wanto.

Diketahui bahwa karena jarinya digigit dan bengkak oleh kutu kucing, Samara menjalani kemoterapi secara teratur .— Pembengkakan dan eritema tersebut terkenal. Samara pernah digigit kutu kucing ketika dia berumur empat bulan. Etik bilang dia sedang memasak di dapur saat itu.

“Saya digigit kutu kucing selama empat bulan. Awalnya saat itu saya memintanya untuk memasak. Etik kepada Kompas.com di Sragen, Jawa Tengah, Selasa (3/10/2020).

Setelah itu, Etik melepas kucing yang menggigit tangan Samara dan dimuntahkan ..

Takut terjadi Apa yang terjadi? Saat ini, Etik kemudian membawa Samara ke Puskesmas.

Kali ini, Etik ditambahkan salep untuk mengurangi bekas gigitan. (Kontributor Solo Labib Zamani)

Artikel ini dimuat di Kompas. com berjudul “Sebelum Meninggal, Seorang Anak dari Sragen Digigit Kutu Kucing Karena Panas dan Muntah.