Laporan kontributor area Sukabumi M Rizal Jalaludin —— TRIBUNNEWS.COM-FCR SUBBUMI (23 tahun) adalah tersangka pelecehan seksual masa kanak-kanak Sukabumi di bawah umur, dan merupakan korban sodomi. Sukabumi AKP Rizka Fadhila, departemen investigasi kriminal Kasab, mengatakan pemuda itu mengatakan ia adalah korban predator seksual ketika ia masih di sekolah dasar. Dia menjelaskan: “Jadi, menurut pengakuannya, dia juga menjadi korban kelas enam di sekolah dasar, dan itu adalah orang dewasa di dekatnya.” Akan gila untuk menolak korban

baca: hindari pemangsa seksual, orang tua Biarkan anak-anak menemani anak-anak saat menggunakan perangkat di rumah

Baca: Predator seks lain dari Toulon Gargon ditangkap, korban tiga anak-kita tahu bahwa pembunuhnya adalah pada hari Minggu (28 Juni 2020) Sunday) ditangkap di dekat Bank Dunia (WIB) pukul 11.00 pagi.

“Karena itu, dia belajar tentang pedofilia pada pukul 6:00 malam. Indonesia Barat pada hari Sabtu, 27 Juni. Kampung Cibojong, Desa Pulasari, Kabupaten Kalapangunggal, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 11:30 malam, WIB, Kalapangunggal Kepala departemen investigasi kriminal kepolisian departemen, setelah menyingkat FCR, memperbaiki para pelaku kejahatan penyerangan seksual (pedofilia). Dia mendapatkan perzinahan yang diproklamirkan sendiri oleh para tersangka pelaku, “Rizka, Senin 6/29/2020) berkata.

Dia mengatakan bahwa saat ini, para korban pedofilia didistribusikan di beberapa daerah.

Namun, saat ini, ia terus mencari korban anak yang diakui sebagai sodomi. “Kami juga akan membawa korban ke perusahaan orang tua mereka untuk otopsi. Ini adalah ancaman yang kami gunakan dalam amandemen perlindungan anak kedua dari Pasal 82, paragraf 4, dari Keputusan No. 17 tahun 2016. Ancamannya adalah 15 tahun. Ditambah ancaman ketiga. Mengapa sepertiga dari itu karena lebih dari satu korban, “jelasnya.

Artike saya disiarkan di tribunjabar.id Sukabumi dengan judul” pedophile “, ternyata pernah menjadi korban sodomi di sekolah dasar