Laporan Dedi Sutomo, Wartawan Tribun Lampung —— Lampung TRIBUNNEWS.COM-Ahmad Sani (50 tahun) adalah warga Desa Sukamulya, Kecamatan Pallas. Surat-surat MD memukul anaknya. Masih 14 tahun.

Ahmad Sani akhirnya berhasil dilindungi Polsek Palas pada Jumat (19/6) pagi.

“Ya, Polsek Palas mencegah tersangka dari pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Korban adalah anak tiri penulis,” kata Kapolsek AKBP Edi Purnomo Nam Lamphong-tersangka menyerang korban. Untuk pertama kali, sekitar jam 5 pagi tanggal 3 Juni saat itu, Ahmed masuk ke kamar korban, diancam akan digantung dan disetubuhi paksa.

Tersangka mengancam anak tirinya dengan senjata tajam.

Baca: Aksi Cabul Samarinda Gagal, dan Korban Sadar Cepat Ingin Berhubungan Seks

Baca: Niat Tawuran, 5 Remaja Berbaju Besi Ditangkap Polisi di Jakarta Barat

Baca: Keanu Raffi Ahmad membongkar isi tas Nikita Mirzani: Ah, uangnya banyak banget, benarkah ada uang atau tidak ada? AKBP Edi Purnomo (AKBP Edi Purnomo) mengatakan: “- Tersangka mengatakan bahwa jika dia mengutuk perbuatannya, dia akan membunuh mereka.” – Tersangka menyerang korban sebanyak empat kali.

Akhirnya Ahmad melakukan aksi kemarin (16/6), dan istrinya berada di lapangan. Tindakan ayah tiri itu dihentikan, dan korban serta ibunya meminta bantuan polisi Pallas.

Polisi juga membawa tersangka Ahmad Sani ke tempat aman.

Menurut Pasal 81, tersangka akan diadili. Pasal (1) dan (3) Undang-Undang Perlindungan Anak No. 17 tahun 2016. Saat ini, tersangka sudah ditangkap di Mapolres Palas untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Ded) -Artikel ini pernah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul “Perzinahan Ayah Tiri Masuk Kamar Anak dan Ancam dengan Saham”