TRIBUNNEWS.COM-Seorang pria berinisial HE (50) menikam tetangganya SL (42) dengan sabit.

Dia melakukan perbuatan keji ini karena cemburu pada orang yang mengetahui bahwa korban memiliki hubungan khusus dengan istrinya dan bekerja di Jakarta. Kalaupun ditangkap polisi, dia mengaku tidak menyesali perbuatannya dan masih menyimpan dendam terhadap korban.

Ia diduga tinggal di Desa Wodoro, Kecamatan Karangsambung, Kibmen, Jawa Tengah. -Menurut HE, dia mendapat kabar apakah SL sering menggoda dan mengotori istrinya. Meski belum bisa dipastikan, DIA akan dipindahkan setiap melihat SL. Akibatnya SL melukai kepalanya. Pria berusia 42 tahun itu berhasil kabur setelah melepaskan gagang sabitnya. Dia juga ditangkap polisi.

Selain mengaku tidak menyesali perbuatannya, ia juga mengaku masih menyimpan dendam terhadap SL.

Meski penganiayaan diperlihatkan di depan para pengunjuk rasa, ia berteriak “Mati mati.”

Kapolsek AKBP Kebumen Rudy Cahya Kurniawan memastikan tersangka HE (50) diduga menyerang SL (42) dengan sabit Karena dia sangat cemburu. (9/10/2020).

Tersangka pidana diadili sesuai dengan Pasal 353 KUHP dan klausul penganiayaan dalam Pasal 351 KUHP.

(Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

Artikel ini pernah dimuat di Kompas.com dengan judul “Iri dan Dendam, Kobman mengaku tidak menyesal menikam tetangganya”.