Medan TRIBUNNEWS.COM-Pada Rabu (5/8/2020), ratusan pengunjuk rasa membanjiri halaman Rumah Sakit Martha Friska di KL Yos Sudarso Medan, Jalan.

Mereka adalah perawat, staf administrasi, pengemudi, dan penjaga keamanan. –Menurut informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com, ratusan karyawan Rumah Sakit Martha Friska Medan telah diberhentikan sejak 26 Juli 2020 karena tidak mendapatkan empat bulan cuti tidak dibayar (THR). . “Kami dikirim pulang dan menikmati hak normatif.” Empat bulan tanpa bayaran. Setelah empat bulan bekerja tanpa bayaran, kami dipecat secara sepihak karena pandemi Covid-19. Petugas keamanan juga dipecat dan diganti dengan yang baru. Aksi Koordinator Romauli Lubis (5/8/2020).

Bacaan: Covid-19 mempengaruhi aktivitas penyuplaian nitrogen ke ban mobil, yang turun 40%, dan terhindar dari PHK

Demonstran punya yang berikut ini Pegawai yang diminta sudah bekerja selama 24 tahun dan ada yang sudah bekerja selama dua tahun.

Menurutnya, jauh sebelum pandemi Covid-19, RS Martha Friska Brayan Med bermasalah dengan pembayaran hak dokter dan pegawai. Ia mengatakan, hal ini sangat mengurangi jumlah pasien. Pihak rumah sakit keluar untuk memberikan informasi. Pada saat yang sama, sebelum berita ini diunggah, pihak rumah sakit tidak bersedia keluar untuk memberikan informasi. Tribun belum memberikan konfirmasi kepada pihak manajemen rumah sakit. (Cr14 / t ri bun-medan.com) -Artikel ini pernah tayang di tribun-medan.com dengan judul “Syarat Gaji dan THR, Ratusan Karyawan RS Martha Friska Protes”