Laporan Khairul Muzaki, Wartawan Tribun Jateng-KEBUMEN TRIBUNNEWS.COM-Belum lama ini, saat aksi unjuk rasa di luar gedung DPRD Kebumen, delapan mahasiswa yang mengikuti kegiatan anarkis mendatangi Polsek Kebumen dan Polsek AKBP Kebumen hari ini. Direktur Rudy Cahya bertemu dengan panggilan dari Kurniawan, Selasa (13/10).

Sayangnya, ternyata beberapa dari siswa tersebut masih duduk di bangku kelas dua dan satu SMA. Mereka bahkan tidak tahu isi tuntutan mereka.

Saat diinterogasi penyidik ​​dari Bareskrim, mereka mengaku hanya mengikuti. –Karena mereka masih di bawah umur, mereka ditangkap. Hal itu dilakukan Kapolsek AKBP Rudy Cahya Kurniawan dan orang tuanya di Gedung Tribrata Polres Kebumen.

AKBP Rudy memimpin langsung pelatihan.

Baca juga: Pemuda Jaya Menunggu Pelatihan Pemahaman yang Jelas tentang Perilaku Sepak Bola oleh Asprov PSSI di Jakarta-Setelah Mendapat Persetujuan Kapolri, Mahasiswa baru menyadari bahwa yang mereka lakukan melanggar hukum. — Melempar batu dan merusak fasilitas umum merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum. -Rudy juga mempublikasikan posisi khasnya untuk menggunakan hipnoterapi untuk membangunkan pelaku.