Bahrain, Indonesia TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Keamanan Maritim Indonesia dari Batam, Kepulauan Riau, telah membawa 19 pekerja migran Indonesia dalam kondisi tidak teratur ke zona aman. — Ke-19 TKI ilegal terdiri dari 17 pria dan 2 wanita, termasuk seorang bocah lelaki berusia 2 tahun yang dilindungi oleh kelompok kerja bisnis lintas batas regional Bakamla untuk melindungi hutan bakau Tanjung Saung.

“Bakamla berhasil memperoleh PMI ilegal dari Malaysia yang berusaha untuk kembali melalui rute pelabuhan ilegal karena kerjasama dengan para pihak dan persiapan dasar dalam kasus APMM Malaysia”, menyatakan tanggung jawab atas perairan barat Bakamla orang-orang. .— Baca: Seorang pria ditemukan tewas. Tangannya memegang koper itu ditempatkan di toilet pompa bensin di Colomadou. Penyelamatan pekerja imigran ilegal ini dimulai di APMM, Malaysia. Informasi disediakan oleh kolonel. Mohd Zul Fadeli bin Nayan .

Berdasarkan pada Jumat (8/5/2020) pengawasan dan radar pada pukul 8 malam Jumat Jumat, sebuah kapal dari Indonesia diduga mengerahkan pekerja imigran ilegal.

Setelah menerima informasi, gugus tugas segera mengambil langkah-langkah dan diharapkan akan diisolasi di beberapa pelabuhan masuk. Pada jam 1:00 pagi, tim memantau garis besar kapal Malaysia dan garis besarnya berdasarkan pemberitahuan APMM.

Baca: Dalam kasus pembunuhan seorang mahasiswi di Jambi, ada 3 misteri dan darah di sepeda motor menghilang. -Kelompok kerja segera ditangkap.