Reporter Tribun Medan melaporkan, keberhasilan kedatangan Hutauruk-Myanmar Tribunnews.com-penyelundupan sabu oleh 40 kilogram jaringan internasional diungkap aparat penegak hukum saat hendak memasuki Medan, Sumatera Utara. Tim gabungan Badan Narkoba Nasional (BNN) dan Bea Cukai mengangkut barang bukti pot angkut saat ditangkap di Medan-Aceh. Tim BNN berkoordinasi dengan Kantor Bea dan Cukai Daerah Aceh dimana lokasi pertama berada, kemudian memindahkan kapal patroli maritim BC 15021 dan BC 20011 ke laut, serta membawa narkotika di atas kapal Oscar menurut STS (perkapalan) Melakukan pengawasan maritim di perairan Malaysia. — Bacaan: Sabu 119 Kg Diduga Didatangkan dari Malaysia Diangkut ke Aceh Timur dengan Perahu Kayu-Bacaan: Polri Tak Bisa Selundupkan 159 Kg Sabu Jejaring Internasional-Bacaan: Polri Cegah Penyelundupan 159 Kg Sabu Jaringan Internasional- “Kemudian pada 27 Juni 2020 (Sabtu), dekat Bank Dunia, tim gabungan berhasil memantau aktivitas 2 tersangka dan beberapa obat BB ke Medan, dan akhirnya berhasil mengirim tersangka MF Dia dan MR disandera di KM 14 Jalan Raya Binjai Medan dengan barang bukti ada 29 bungkus sabu yang ditampung di dua kantong. ”Senin (29/6/2020), Arman berada di BNN, Sumatera Utara, Medan. Mengatakan pada konferensi pers Kantor Provinsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kendaraan roda empat akan digunakan untuk membawa barang bukti ke Sumatera Utara dan menyerahkannya kepada penerima di Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi tersangka MF dan MR, penulis agen Surabaya kemudian diidentifikasi yaitu BW dan AM Zamedan di parkiran Tentara Pembebasan Rakyat Carrefour. M adalah penerima narkoba di Medan.

Kemudian dilanjutkan pembangunan di daerah Bireuen Aceh dan disimpan 8 bungkus obat sabu Penulis RZ menyembunyikan bungkusan tersebut di gudang MRU penulis Jumpa Kab. Bireuen Aceh, ”ujarnya