Reporter Tribunnews.com Abdul Majid melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua eksekutif PT LIB Akhmad Hadian Lukita terus berupaya mengajak seluruh klub Liga 1 untuk kembali mengikuti sekuel Ligue 1 Oktober mendatang. Seperti yang kita semua tahu, selama pandemi Covid-19, ada beberapa klub yang tidak cocok dengan aliansi bergulir.

Usai rapat pimpinan di Hotel Fairmont pekan lalu, Hadian Lukita memastikan semua klub hadir dalam rapat tersebut. Hanya saja Persebaya masih mempertahankan posisinya, saya tidak mau lagi ikut.

Pasalnya, implementasi kesepakatan sanitasi masih belum jelas, hingga saat ini Persebaya dan Barito Putera belum memilih pelabuhan bersama di Liga 1 2020. Denda akan dikenakan kepada klub yang tidak mengikuti pertandingan. Di Ligue 3, mereka akan didiskualifikasi dan membayar 1,5 miliar rupiah. Bukan untuk mengancam tim, melainkan mengajak tim Ligue 1 untuk berpartisipasi kembali untuk mendorong Indonesia dalam pandemi Covid-19. .

“Masalahnya bukan (sanksi), semangat kita untuk ikut dalam semua kegiatan agar klub-klub ini bisa menyemangati bangsa Indonesia, sehingga dengan sepak bola kita buat perjanjian kesehatan kita senang hidup kembali, jadi jangan sampai sepak bola mati,” Hadian Lukita (14 Agustus 2020).

“Sebenarnya kami dipimpin oleh kelompok kerja Covid-19, karena sepakbola sudah menjadi pelopor dalam kondisi seperti berikut ini. Untuk itu, mungkin kami juga akan mengembangkan kampanye menentang perjanjian kesehatan dan menggunakannya. Saya punya topeng, Jadi setiap permainan bisa memainkan slogan seperti itu: “

Baca: Persija Jakarta Perkenalkan Edisi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Edisi Hari Kemerdekaan-” Kami akan tanda tangani semuanya supaya bisa dijelaskan. “Liga 1 dan Nomor 1 2 Liga akan dimulai pada bulan Oktober. Selama pandemi Covid-19, banyak regulasi baru yang akan diberlakukan, salah satunya adalah penerapan protokol kesehatan yang tidak akan berdampak pada game tanpa penonton.