TRIBUNNEWS.COM-Baru 17 tahun lalu, tepatnya pada 14 September 2003, Giulio Lopez yang tengah memperkuat PSIS Semarang mengalami mimpi buruk di Persib, Bandung.

Dalam upacara penutupan Liga Indonesia, Persib berkesempatan untuk bertanding tandang. -Persib yang sedang menjalani musim sulit saat itu harus bertandang ke markas PSIS di Stadion Jatidiri, Semarang.

Tim Maung Bandung akhirnya terpaksa harus mengalahkan PSIS di game ini.

Baca: Bomber Maute Persib Bandung Siap Berjuang Sambut Kembalinya Ligue 1 Tahun 2020

Baca: Persib Bandung Tingkatkan Kecepatan dan Agresivitas, Robert Alberts Puas

Persib Harus Akui Gol Mahesa Jenar Tak Bisa Dalam hal mengatasi keunggulan, ini diperkuat oleh para pemain bintang. Pemain I Komang Putra, Khusnul Yakin, Agung Setyabudi, Haryanto dan Julio Lopez.

Sosok Julio Lopez menjadi satu-satunya pencetak gol PSIS mengalahkan tim Pangeran Biru di Stadion Jatidiri. Mpu penyerang asing asal Chili itu membobol gawang Persib tepat 15 menit.

Baca: Duo Serang Asing Persib Bandung Terus Bubar, dan Castillion mengaku butuh waktu untuk mencapai level tertinggi-kekalahan ini memaksa Persib menduduki peringkat 16 final Liga Indonesia. — Posisi yang diduduki Persib memaksa klub kebanggaan Bandung Civic Club bertarung di babak playoff.

Persib dilatih oleh Juan Antonio Paez dan mencetak 45 poin musim ini. Laihan memiliki 12 kemenangan, 9 seri dan 17 kekalahan, menandai perjalanan Bosporo melalui liga Indonesia pada musim 2002/2003.

(Tribunnews / Dwi Setiawan)