TRIBUNNEWS.COM, Direktur PSIS Semarang Wahyu Winarto mengatakan pihaknya takut mempertemukan pemain sebelum klarifikasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI. 28 Februari 2021.

Namun, untuk menjaga jalannya pertandingan, PSIS Semarang mewajibkan PSSI dan PT LIB untuk memberikan kejelasan dan kepastian melanjutkan Ligue 1.

Baca: Gregoria Mariska melaju ke babak semifinal untuk melaju ke final usai mengalahkan Ruselli Hartawan di laga kandang PBSI Mola TV-kepastian yang diminta tim berjuluk Laskar Mahesa terkait kesepakatan kesehatan untuk memberikan jaminan kepada ofisial pemain.

Hal ini tidak lepas dari persaingan yang akan dimainkan.Tempat ini berada pada lokasi pandemi virus Corona (Covid-19), sehingga pimpinan PSIS masih belum bisa memutuskan apakah karena pandemi virus Corona. Kita belum tahu apa itu Waktu habis. Agar tetap bisa bersaing di tengah pandemi Covid-19, PT LIB sendiri harus mengakui bahwa balapan ini merupakan jalan yang luar biasa, dan tentunya cara pelaksanaannya juga luar biasa “ujar Wahyu Winarto .

“, yang artinya Kita harus menerapkan protokol kesehatan input, kita harus mengatakan: “Ini sangat ketat.” Dengan ini, pria bernama Liluk berharap PSSI dapat memberikan jaminan kepada pemain. , PSIS bahkan berharap PSSI bisa memfasilitasi swab testing.

“Selain itu, kami tahu perkembangan Covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Tentunya klub yang membutuhkan asuransi kesehatan atau cotton swab collection juga bisa diasuransikan oleh PSSI,” ujarnya.

Baca: Menpora mendukung Elkan Baggott menghadiri barisan Xiong Taiyong Shin