Laporan oleh Abdul Majid, seorang jurnalis dari Tribunnews.com di Jakarta – pemain sepak bola Boyankara Nurhidayat Haji Haris menunjukkan antusiasmenya dengan berbicara tentang kebiasaannya selama Idul Fitri.

Hari itu, dia tidak pernah lupa melakukan hal yang salah, yaitu, masakan ibunya dari Coto Mengjiaxi.

“Ya, jika Anda harus menunggu sampai Idul Fitri, satu orang yang tidak akan lupa adalah makan Coto yang dibuat oleh Mamah. Kami makan bersama. Banyak teman kami juga akan pulang,” kata Dayat ketika menghubungi dia. Tribunnews (Kamis) (21/5/2020). -Dayat mengatakan bahwa meskipun dia beruntung kali ini, dia masih mendapatkan sesuatu karena pemutusan Ligue 1, tetapi dia masih ingin berbagi.

“Kebiasaan lain yang kamu suka juga. Aku memberikannya kepada saudaraku ketika aku meletakkan DP kemarin. Jika aku beruntung, aku juga mencintaimu,” katanya.

Pada saat yang sama, para pemain yang membela tim nasional U-23 di Asian Games Tenggara 2018 masih menunggu kemungkinan mengadakan sholat Idul Fitri tahun ini .

Menurutnya, jika shalat Idul Fitri tidak diadakan Ini akan menjadi perbedaan antara Idul Fitri dan tahun-tahun sebelumnya.

– “Bedanya nanti Idul Fitri, ya, mungkin shalat Idul Fitri dihapuskan. Tapi saya pikir akan selalu ada sholat Idul Fitri di masjid dekat rumah saya, tapi saya tetap Tidak yakin. Saya harap akan selalu ada sholat Ied, “harapnya.