TRIBUNNEWS.COM-Dalam kurun waktu kurang lebih 24 tahun, Arsenal telah berkembang menjadi salah satu tim yang rutin mengikuti kompetisi Eropa setiap musimnya.

Di Liga Champions dan Liga Champions, Arsenal tidak pernah melewatkan pertandingan elit benua biru. Masuk ke Uni Eropa sejak musim 1995. 1996.

Hanya musim depan, Arsenal punya peluang menikmati suasana European Classic yang terancam.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta juga mengkhawatirkan nasib tim.

Kalah dari Tottenham Hotspur pekan lalu, harapan Arsenal mendapatkan tiket untuk mengikuti kompetisi Eropa musim depan terancam.

Baca: Hasil Arsenal vs Liverpool di Emirates Stadium Mungkin Penuh Gol, Ini Duel Kedua Tim. Sebagai gantinya, Arsenal harus belajar dari pertahanan Liverpool – hasil mengecewakan dari Derby London Utara menjatuhkan Arsenal ke peringkat sembilan klasemen – tim yang dikenal sebagai Merriam Rondon. Menurut catatan, Arsenal sudah mengumpulkan 50 poin sebelum pekan ke-35.

Premier League, yang masih memiliki tiga laga lagi, harus dioptimalkan oleh Arsenal untuk meraih tiga poin.

Meski tak mudah bagi Arsenal untuk menghilangkan sisa pertandingan, mereka telah meraih kemenangan beruntun musim ini

Baca: Mikel Arteta memuji cara Jurgen Klopp membangun tim Liverpool

Ini karena Arsenal harus berhadapan Melawan Liverpool (di rumah), Aston Villa (tandang) dan Watford (di rumah)) selama sisa musim ini.