TRIBUNNEWS.COM-Joan Gaspart, mantan presiden Barcelona, ​​juga mengomentari kabar patah hati Lionel Messi.

Pemilik enam mobil Ballon d’Or ini santer kabarnya bakal hengkang dari Barcelona dalam waktu lama demi memperkuat. Messi resmi memberi tahu pihak FC Barcelona pada Selasa (25/8/2020) sore waktu setempat bahwa ia ingin mengaktifkan syarat kontraknya yang akan habis pada 2021. Baca: Kebingungan Lionel Messi di Pintu Keluar Barcelona: Bisa Jadi Agen Bebas. . .

Baca: Transfer impian Lionel Messi mungkin tak terwujud di Barcelona-dalam kontrak terakhirnya yang ditandatangani pada 2017, Messi punya klausul yang menyatakan bisa di setiap musim Tinggalkan Barcelona di akhir selama 30 hari setiap tahun — klausul ini memungkinkan Messi melakukan transfer gratis selama dia memberi tahu klub.

Namun, klausul ini menimbulkan kontroversi karena Barcelona yakin sudah kedaluwarsa.

Jika Messi tetap memilih hengkang, klub yang menginginkannya memasuki bursa transfer musim panas ini, ia harus membayar hingga 700 juta euro (setara dengan 12 triliun rupiah) untuk klausul pelepasan. Di sisi lain, Messi menilai klausul “free transfer” masih berlaku, karena musim 2019-2020 diundur menjadi 31 Agustus akibat pandemi Covid-19.

Mengenai kontroversi tersebut, Joan Gaspart (Joan Gaspart) yang memimpin Barcelona dari tahun 2000 hingga 2003 mengatakan bahwa Lionel Mess (Lionel Mess) saya tidak dapat meninggalkan klub sesuka hati. -Baca: Lionel Messi Hubungi Pep Guardiola untuk Gabung Manchester City-Menurut Gaspart, Jika Messi Ingin Pakai Ini Untuk meninggalkan Barcelona dengan klausul khusus, ia harus hengkang pada 2021 atau saat kontraknya habis.