Reporter Jakarta Tribunnews.com Abdul Majid (Abdul Majid) melaporkan-Manajer Timnas Indonesia Shin Tae-yong belum lama ini mengadu kepada media Korea soal penampilannya di PSSI. -Satu hal yang diungkapkan adalah kekecewaan PSSI, mereka tak mau menuruti keinginan menggelar pemusatan latihan di Korea Selatan. Timnas Indonesia akan bermain di Jakarta, bukan di Korea Selatan.

Baca: Shin Tae-yong Berharap Timnas Indonesia U-19 Berlatih di Korea Selatan, dan PSSI Berharap Ikuti Pertandingan di Jakarta

Baca: Tiga Keputusan PSSI Dipertimbangkan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong

Baca: PSSI Merasa Ada Yang Salah. Shin Tae-yog Merasa Perilakunya Di Rumah Tanpa Indra Sjafri-Mantan Pemain Persija Jakarta Imran Nahumarury pun ikut berkomentar soal ini. Ia yakin kontroversi ini disebabkan oleh kesalahpahaman. – “Menurut saya ini komunikasi yang buruk. Dalam hal ini, akan banyak kata-kata halus. PSSI juga mengkhawatirkan permainan dan persiapan lainnya, dan Shin Taiyong juga stres karena menghentikan persiapan karena Covid.” , Imran mengatakan saat dihubungi Tribunnews, Jumat (19/6/2020): — Demi kepentingan negara Indonesia, Imran juga mengimbau kedua belah pihak untuk memulai kembali dialog. Tahun ini akan menjadi sejarah Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Shen Tae-yong boleh berbicara dengan bebas seperti media. Dalam hal ini, PSSI tidak akan alergi. PSSI Shen Tae-yong pertama kali mencoba untuk mendukung rencana Shin Tae-yong, tetapi jika ada kendala, saya berharap dapat melanjutkan ke tahap yang baru. Diskusikan, jangan dipolitisasi, ini untuk timnas kita, untuk negara kita ”, terangnya. -Sebelumnya, PSSI menanggapi pidato Shin Tae. -Anda kecewa dengan kepemimpinan PSSI di media Korea. Tapi Yunus Nusi, pelaksana tugas Sekretaris PSSI, tidak percaya begitu saja.

Dia akan langsung mengkonfirmasi fakta kepada Shen Taiyong. Hingga saat ini, PSSI masih menugaskan Shin Tae-yong untuk melaksanakan rencana kerjanya di Timna, Singapura, meski berasal dari Korea Selatan.

Kita tahu kalau Shin Tae-yong masih di Korea Selatan, enggak mau tapi pulang ke Indonesia karena katanya kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi.