TRIBUNNEWS.COM-Seperti gladiator Roma, Lazio tidak mau menyerah untuk gelar Italia musim ini.

Lazio baru saja menelan kekalahan Atlanta di liga Italia pada hari Kamis di minggu 27 (25 Juni 2020).

Kota Roma harus mengakui keunggulan Atlanta dengan skor 3-2.

Baca: Setelah meluncur di atas Atlanta, penghitung 3 kali lipat menunggu ujian nyata dari AC Milan Lazio

Baca: Pelatih Lazio Simone Inzaghi Upset tunduk pada kembalinya epik dari Atlanta Kenyataannya, kegagalannya untuk melakukan tugas tiga digit membuat Ealng ibukota tidak menyusut ke puncak peringkat Juventus.

Juventus masih sangat puas dengan pertandingan hoki es clasifica, dia mencetak 66 poin, sedangkan Lazio, yang merupakan finalis, mencetak 62 poin. Pandangan wanita tua itu, Elan Capital tidak mau menyerah berkelahi seperti seorang pejuang. Roma adalah sebuah kota di Lazio, awalnya sebuah klub sepak bola di Roma, kebanggaan kota abadi ini.

Tepatnya di Roma, di Italia ada bangunan Arena Romawi, di mana ia menjadi tempat kacamata, dan arena kehidupan dan kematian gladiator.

Gairah dan daya juang para gladiator tampaknya ditiru oleh Lazio ketika mencari “juara Serie A” musim ini.