Reporter dari TribunJakarta.com, Wahyu Septiana-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Asosiasi Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mengadakan pertemuan dengan PSSI untuk membahas negara saat ini dalam pertandingan sepak bola Ada beberapa tema yang penuh sesak. -Baca: Memahami karir Persita Bek Kiri Tangerang, Edo Febriansyah

Diskusi yang dipimpin oleh APPI dan PSSI termasuk pengejaran Ligue 1 dan Ligue 2 selama pandemi Covid-19, serta perbedaan dalam implementasi dan PSSI SK nomor 48 / Bidang yang terkait dengan implementasi SKEP / III / 2020.

Dalam pertemuan dengan PSSI, perwakilan APPI adalah Firman Utina (Presiden), Andritany Ardhiyasa (Wakil Presiden), Kurniawan Dwi Yulianto (Exco APPI), Ponaryo Astaman (General Manager), Mohamad Hardika Aji dan Jannes H. Silitonga (karyawan APPI).

Presiden APPI Firman Utina mengatakan bahwa dia sangat senang bahwa partainya dapat berpartisipasi, dan mengundang saran ned dalam keadaan yang tidak pasti sebagai perwakilan pemain. APPI berharap bahwa setiap saran b dapat didengar dan diikuti oleh PSSI.

“Kami berterima kasih kepada PSSI, karena kali ini ia berpartisipasi dalam diskusi sebagai perwakilan dari peserta, dan kami berharap apa yang kami lewati memang membantu PSSI lulus dan berfungsi sebagai tolok ukur untuk pengambilan keputusan. Keputusan itu,” tulis Firman dalam APPI Kata pernyataan itu.

Pada saat yang sama, Andritany Ardhiyasa mengatakan dalam pertemuan virtual dengan PSSI bahwa ia juga membahas masalah hak dan gaji yang diterima oleh para pemain sepak bola Indonesia. Ada banyak perbedaan dalam implementasi angka SKEP / 48 / III / 2020.

Seperti yang kita semua tahu, karena pandemi virus, PSSI mengeluarkan surat keputusan (SK), bernomor SKEP / 48 / III / 2020, mengenai penangguhan sementara kompetisi Ligue 1 dan Ligue 2 hingga 29 Mei 2020 Corona (Covid19).