Reporter Tribunnews.com reporter Abdul Majid-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Manajemen klub sepakbola Bhayangkara sekali lagi membuka keterikatan pemainnya Sadil Ramdani Pintu ke pengadilan. Dia dianiaya di tangan para korban Irwan kemudian di minggu itu dan terbunuh di kepolisian Kendari.

Bhayangkara FC masih terus mencari informasi lebih lanjut tentang masalah hukum yang mempengaruhi pemain yang lahir di Rabone, Sulawesi Tenggara, pada 2 Januari 1999.

Salah satu informasi yang diperoleh adalah bahwa masalah ini terjadi pada keluarga Amerika. Sadil Ramdani.

“Kami telah menyerahkan proses peradilan ke Kepolisian Kendari,” kata AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, kepala Klub Sepak Bola Bayankara.

Selain prosedur hukum yang mendalam oleh pihak berwenang, Sadil Ramdani, sebagai pemain Bayankara Football Club, juga dibayangi oleh sanksi klub.

Menurut ketentuan Pasal 12, ayat 2, “Kontrak Pemain Klub Sepak Bola Bayankara”, jika kontrak Saddil Ramdani dengan Klub Sepak Bola Bayankara terjerat dalam hukum pidana, itu dapat diakhiri. . AKBP I Nyoman Yogi Hermawan mengatakan: “Kami sedang menunggu proses penyelidikan pihak berwenang. Setelah itu, kami akan membahas pada rapat manajemen.”