TRIBUNNEWS.COM-Saddil Ramdani telah memutuskan untuk kembali ke Kendari di Sulawesi Tenggara setelah kompetisi Ligue 1 dihentikan karena pandemi korona.

Seperti yang kita semua tahu, PSSI mengadopsi kebijakan menunda Ligue 1 dan Ligue dari Februari hingga 29 Mei, dan mulai lagi pada Juli.

Tidak hanya itu, jika keadaan darurat tidak dicabut atau bahkan meningkat pada 29 Mei, dapat dipastikan bahwa Ligue 1 2020 sudah pasti berakhir. The Jakarta Tribune’s Tribunnews melaporkan bahwa striker utama di Bhayangkara FC telah dalam kondisi baik di Kendari selama sebulan terakhir.

Membaca: Undangan COO Bhayangkara FC ke PT LIB terkait dengan alokasi pada bulan Maret

Membaca: Di pengadilan lajang, tampaknya kapten Bhayangkara FC Jago Cook ada di rumah

Untuk menjaga bentuk tubuhnya, Sadir selalu Lakukan dua latihan setiap pagi dan sore.

“Aktivitas Sadier saat ini adalah bangun di pagi hari, dan setelah fajar, mulailah berdoa sebelum berjemur.”

“Setiap pagi, berolahraga dua kali sehari. Jika pagi hari cerah, akan ada permainan di sore hari. , “Kata Saddil Ramdani di Jakarta Tribune.

Sadier juga menjelaskan apa yang terjadi di Kendari hari ini setelah virus korona atau epidemi Covid-19.— Bahkan seorang penyerang berusia 21 tahun dapat bermain sepak bola dengan rekan-rekannya di rumah. – Membaca: Masalah Ezechiel NDouassel tidak membayar untuk ART, perwakilan Bhayangkara FC pindah ke Persib Bandung

Membaca: Penghapusan saturasi, bek Bhayangkara FC Nurhidayat berubah menjadi hobi dan permainan motorcross- “Situasi di sini masih sangat Normal. Masih banyak situasi di mana banyak orang bepergian, sehingga Saddil dapat berlatih setiap hari dan masih bermain sepak bola.