TRIBUNNEWS.COM – Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mendesak klub untuk membahas kontrak kerja dengan para pemain sampai pejabat tim mereka dalam keadaan darurat Covid-19.

Sebelumnya, ketua PSSI Mochamad Iriawan mengeluarkan dekrit tentang penangguhan kompetisi Ligue 1 2020 dan Liga 2.

Ketika virus korona menyebar ke seluruh dunia, keputusan ini harus diambil. Indonesia, bahkan orang yang terkena korona cenderung meningkat setiap hari.

Bacaan: Mengenali bagaimana menyebarkan virus korona dan gejala-gejala dari populasi Covid ke-19

Bacaan: Pembaruan pada virus korona global, Jumat, 27 Maret 2020, malam: jumlah infeksi AS dipukuli di Tiongkok -Pemerintah memperbarui data pasien positif Corona atau Covid-19 di Indonesia pada Jumat (27 Maret 2020) sore.

Menurut data yang dikumpulkan sejauh ini, masih ada 153 kasus baru. -Oleh karena itu, juru bicara pemerintah Yu Hong mengatakan dengan senyum di konferensi pers Graha BNPB pada hari Jumat sore.

“Indonesia ada 153 kasus baru, 11 sembuh, dan 9 kematian baru. Jumlah kasus di Indonesia 1046. Jumlah kasus yang sembuh 46, dan total kematian 87,” ujarnya -menanggapi situasi ini, PSSI secara resmi mengeluarkan Keputusan No. SKEP / 48 / III / 2020 tentang penangguhan pertandingan sepak bola nasional.

“Sebagai ketua PSSI, saya memutuskan bahwa PSSI telah menentukan bahwa Maret, April, Mei dan Juni adalah keadaan darurat tertentu terkait dengan penyebaran COVID 19 di Indonesia. Negara ini disebut force majeure atau Force majeure, “kata Iwan Bule, sesuai pernyataan yang diterima Tribunnews, Sabtu (28 Maret 2020).