TRIBUNNEWS.COM-Para pemain Persib Bandung memberikan jawaban berbeda atas kebijakan PSSI tentang skuat pemain Ligue 1 2020 dan pemotongan gaji pelatih sebesar 50% hingga 60%. -Kebijakan ini ditulis dalam PSSI (SK) SKEP / 53 / VI / Keputusan No. 2020 tentang persaingan lanjutan pada tahun 2020 dalam kondisi khusus.

Langkah awal, PSSI menetapkan kebijakan yang memungkinkan klub untuk memotong gaji pemain dan pelatih hingga 75% dari gaji awal

Baca: Shin Tae-yong Keukeuh Berharap Dapat Gelar TC di Korea, PSSI Langkah politik tanggap presiden dilakukan agar klub tidak diwajibkan membayar pemain dan pelatih selama penangguhan pertandingan akibat pandemi virus corona.

Kebijakan tersebut kemudian direvisi sesuai dengan keputusan untuk melanjutkan kompetisi pada Oktober 2020. Pemain dan pelatih dibayar antara 50% dan 60% dari nilai gaji yang ditentukan dalam kontrak asli.

Baca: Ikuti Video Pelatih Ib Libas Naik Sepeda Baru di Jalan Gunung

Baca: Dulu Pilih Persib, Sekarang Ekspres Ingin Bela Persia, Ashid Yufriyanto: Cuma Kita Tahu Bidang politik, bek kiri Persib Bandung (Persib Bandung), Ardi Idrus (Ardi Idrus) menanggapi dengan santai.

Adi mentolerir kebijakan ini, karena beban klub juga sangat berat. Untuk menghindari format penonton.

Hal ini akan mengurangi total pendapatan klub, karena tidak akan mendapat pemasukan dari penjualan tiket pertandingan kandang.

“Ya, ini keputusan dan kesepakatan PSSI. Nah, kalau sudah diputuskan, apa yang harus saya lakukan. Misalnya, kami juga memikirkan beban klub tanpa penonton. Karena setiap orang berbeda Pro dan kontra, ‚ÄĚkata Aldi kepada Graha Persib di Bandung, Selasa (2020/7/07).

Baca: Usai Perilisan Single, Pemain Persib Ghozali Siregar Berencana “Ajak Istri” ke Bandung

Bacaan: Tiga Musim Bela Persib Bandung, Ghozali Serega Kalahkan PSMS untuk Menang Kartu kuning pertama