Laporan wartawan Tribunnews.com Abdul Majid-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Muhammad Mansur atau “Bang Mansur” mungkin adalah salah satu pemain layang-layang terbaik di Indonesia. ——Dia berusia 60 tahun sekarang. Namun antusiasmenya tidak pernah melemah.

Tahun ini kecintaannya pada sepak bola telah diuji. La Liga akan ditangguhkan pada tahun 2020, dan Bayankara Football Club telah mengurangi gaji rata-rata pemain, pelatih, dan ofisial sebesar 25%.

Namun, hal tersebut tidak menjadi kendala serius bagi Bang Mansur, ia juga berusaha mencari tahu situasinya.

Hal ini membuktikan Keitman, eks Persija Jakarta, sudah ada selama 15 tahun dan masih membantu para pemain Bhayangkara FC yang berlatih di stadion PTIK saat wabah Covid-19. -Ya, Saya juga mendapat gaji 25%. Tapi ya, saya masih sangat bersemangat, masih sangat bersemangat. Bang Mansur (Bang Mansur) mengatakan dalam pertemuan dengan Tribunnews di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (6/12/2020): “Tidak ada perbedaan antara Persija dan saat ini di Bhayangkara Football Club. Bekerja dengan prinsip mencintai sepak bola. ”Selama pandemi Covid-19, Bang Mansur bekerja 3 kali seminggu – setelah program pelatihan mandiri untuk para pemain Bhayangkara FC.

Dia datang lebih awal dari para pemain. Dia selalu waspada dan menyiapkan materi pelatihan seperti bola dan kerucut.

Terkadang, ia masih harus menangkap bola satu persatu yang tidak melebihi gawang. Para pemain.

“Ketika saya berumur 7 tahun, saya meninggalkan rumah saya di Ragunan pada jam 8 pagi dan berantakan. Saya pergi ke PTIK untuk mempersiapkan kebutuhan orang kaya yang biasa. Setelah pelatihan pada usia 12, saya sekarang berlatih Senin , Rabu dan Jumat, “kata Bang Mansur. —— “Para pemain di sini bagus dan membiarkan saya seperti ini, tapi mereka menghormati saya. Karena itulah saya sangat bersemangat,” Bang Mansur menjelaskan.